Pertanyaan: Mengapa Allah memanggil Israel?
Jawaban: Allah memanggil Israel untuk menerima janji-Nya, hidup sebagai umat perjanjian-Nya, dan membawa berkat bagi bangsa-bangsa.
Bacalah
- Kejadian 12:1--3 (TB): Allah menjanjikan berkat kepada Abraham dan semua kaum di bumi.
- Keluaran 19:4--6 (TB): Israel dipanggil sebagai harta kesayangan, kerajaan imam, dan bangsa kudus.
- Ulangan 6:4--9 (TB): Israel diajar mengasihi Tuhan dan mengajarkan firman-Nya dalam hidup biasa.
- Mazmur 67 (TB): berkat Israel diarahkan supaya bangsa-bangsa mengenal Allah.
- Yesaya 49:6 (TB): hamba Allah menjadi terang bagi bangsa-bangsa.
Arti Jawaban
Setelah dosa membengkokkan hidup, Allah tidak meninggalkan dunia; Ia memanggil suatu umat. Ia memanggil Abraham, membebaskan Israel dari perbudakan, dan memberi perjanjian, hukum, ibadah, imamat, korban, hikmat, kerajaan, nabi, pembuangan, kepulangan, dan pengharapan. Kisah Israel bukan kata pengantar acak kepada Yesus, melainkan jalan perjanjian tempat Allah mengajarkan siapa diri-Nya, apakah kekudusan, apa yang dilakukan dosa, apakah belas kasihan, dan bagaimana berkat menjangkau bangsa-bangsa.
Hukum bukan tangga untuk naik kepada Allah, melainkan petunjuk perjanjian dari Allah yang menyelamatkan. Hukum mengajar ibadah, keadilan, belas kasihan, kekudusan tubuh, kasih kepada sesama, istirahat, kebenaran, ingatan, dan ketergantungan; juga menyingkapkan dosa. Para nabi berkata benar, pembuangan menunjukkan harga pemberontakan, dan janji menjaga harapan.
Yesus datang sebagai Mesias Israel, menggenapi janji Abraham, harapan Daud, makna bait dan korban, hikmat Taurat, seruan Mazmur, serta firman nabi. Melewati Israel menjadikan Injil tipis.
Kursi di Samping Ranjang Rumah Sakit
Janji temu seharusnya memberi jawaban, tetapi membawa tes dan sebulan menunggu lagi. Perempuan itu duduk di samping ayahnya yang tidur, Alkitab terbuka tetapi baris yang sama dibaca tiga kali. Kepada saudaranya ia menulis, "Kami masih menunggu." Ia menginginkan iman kuat, tetapi bahu sakit dan halaman kabur. Ia hanya memiliki:
Allah memegang janji-Nya dalam Yesus Kristus.
Seorang perempuan tua dari gereja datang membawa sup. Ia tidak berkata, "Semua terjadi karena alasan tertentu," tetapi bertanya, "Apa yang harus dipikul sebelum janji temu berikutnya?" Ada pakaian, resep, kabar bagi saudara, dan seseorang perlu menemani ibu hari Kamis. Ia menulis empat baris, mengirim dua pesan, lalu membuka Mazmur 13.
"Aku tahu Allah tidak melupakan, tetapi aku merasa dilupakan." "Maka kami tidak akan membiarkanmu memikul kalimat itu sendiri."
Tuhan, Engkau tidak melupakan kami. Tolong kami saat merasa dilupakan.
Penantian mendapat bentuk: mazmur, resep, hari Kamis yang ditanggung, dan saudara yang tahu kalimat apa untuk dipikul. Dua minggu kemudian belum ada jawaban sederhana. Dari tempat parkir ia menulis:
Masih menunggu. Bisakah kalian tetap menanggung hari Kamis dan mendoakan Mazmur 13 bersamaku lagi?
Dalam pesan itu, pelajaran Israel menjadi praktik. Janji tidak diberikan agar satu orang memikul seluruh padang gurun sendiri.
Kisah Israel menolong orang percaya biasa di ruangan seperti itu. Kisah tersebut tidak mengubah penundaan menjadi pelajaran yang seharusnya kita nikmati. Ia memberi kita suatu umat yang menunggu dengan janji di telinga dan masalah di tangan. Ia memberi kita nyanyian bagi hari-hari ketika iman masih nyata tetapi terasa tipis. Ia mengajar bahwa mengingat bukanlah berpura-pura.
Kadang iman yang menopang adalah mazmur di samping ranjang, anggota gereja yang bertanya apa yang perlu dipikul berikutnya, dan janji yang diingat melalui bantuan yang sangat biasa.
Perhatikan ini. Israel bukan latar belakang yang dapat dibuang. Orang Kristen menerima Kitab Suci Israel sebagai Kitab Suci dan mengaku Yesus sebagai Mesias Israel.
Pertanyaan untuk Percakapan
- Mengapa kisah Israel bukan sekadar informasi latar?
- Bagaimana petunjuk perjanjian berbeda dari tangga untuk memperoleh kasih Allah?
- Bagian mana dari kisah Israel menolong Anda memahami Yesus?
Praktik
Pilih satu janji, perintah, mazmur, atau harapan kenabian lalu tanyakan:
- Apa yang ditunjukkannya tentang Allah?
- Apa yang ditunjukkannya tentang manusia?
- Bagaimana ini mempersiapkan kita melihat Kristus?
Lanjutkan melalui pustaka
Gunakan bab ini sebagai titik awal, lalu buka penelusuran sumber terkait atau studi perikop tanpa meninggalkan pustaka yang lebih luas.
Chapter comments