---
schema_version: "1.0.0"
id: "the-faith-that-holds:id:chapter-8"
work_id: "urn:systemstheology:book:the-faith-that-holds:chapter:chapter-8"
book_id: "the-faith-that-holds"
chapter_id: "unit-7-mengapa-allah-memanggil-israel"
chapter_slug: "chapter-8"
title: "Unit 7: Mengapa Allah Memanggil Israel?"
book_title: "Iman yang Menopang"
language: "id"
source_language: "en"
translation_status: "translation"
authors: ["Systems Theology"]
editorial_owner: "Systems Theology"
editors: []
review_status: "not_specified"
reviewers: []
content_version: "content-b5c8bbeff2d6"
content_hash_sha256: "b5c8bbeff2d6b2cf565030b68a579ce870d83bc9bf99cc50b6a635dbd0fd56ca"
published_at: "2026-07-15T21:14:45.000Z"
modified_at: "2026-07-16T07:37:09.068Z"
canonical_url: "https://systemstheology.com/id/library/the-faith-that-holds/chapter-8/"
markdown_url: "https://systemstheology.com/research/books/the-faith-that-holds/id/chapter-8.md"
license: "All rights reserved; research use subject to the Use Policy"
license_url: "https://systemstheology.com/use-policy/"
correction_url: "https://systemstheology.com/id/library/the-faith-that-holds/chapter-8/#chapter-comments"
---

# Unit 7: Mengapa Allah Memanggil Israel?

<a id="unit-7-mengapa-allah-memanggil-israel"></a>

Pertanyaan: Mengapa Allah memanggil Israel?

Jawaban: Allah memanggil Israel untuk menerima janji-Nya, hidup sebagai umat perjanjian-Nya, dan membawa berkat bagi bangsa-bangsa.

<a id="bacalah-7"></a>

## Bacalah

- Kejadian 12:1--3 (TB): Allah menjanjikan berkat kepada Abraham dan semua kaum di bumi.
- Keluaran 19:4--6 (TB): Israel dipanggil sebagai harta kesayangan, kerajaan imam, dan bangsa kudus.
- Ulangan 6:4--9 (TB): Israel diajar mengasihi Tuhan dan mengajarkan firman-Nya dalam hidup biasa.
- Mazmur 67 (TB): berkat Israel diarahkan supaya bangsa-bangsa mengenal Allah.
- Yesaya 49:6 (TB): hamba Allah menjadi terang bagi bangsa-bangsa.

<a id="arti-jawaban-7"></a>

## Arti Jawaban

Setelah dosa membengkokkan hidup, Allah tidak meninggalkan dunia; Ia memanggil suatu umat. Ia memanggil Abraham, membebaskan Israel dari perbudakan, dan memberi perjanjian, hukum, ibadah, imamat, korban, hikmat, kerajaan, nabi, pembuangan, kepulangan, dan pengharapan. Kisah Israel bukan kata pengantar acak kepada Yesus, melainkan jalan perjanjian tempat Allah mengajarkan siapa diri-Nya, apakah kekudusan, apa yang dilakukan dosa, apakah belas kasihan, dan bagaimana berkat menjangkau bangsa-bangsa.

Hukum bukan tangga untuk naik kepada Allah, melainkan petunjuk perjanjian dari Allah yang menyelamatkan. Hukum mengajar ibadah, keadilan, belas kasihan, kekudusan tubuh, kasih kepada sesama, istirahat, kebenaran, ingatan, dan ketergantungan; juga menyingkapkan dosa. Para nabi berkata benar, pembuangan menunjukkan harga pemberontakan, dan janji menjaga harapan.

Yesus datang sebagai Mesias Israel, menggenapi janji Abraham, harapan Daud, makna bait dan korban, hikmat Taurat, seruan Mazmur, serta firman nabi. Melewati Israel menjadikan Injil tipis.

<a id="ketika-menunggu-terasa-dilupakan"></a>

## Ketika Menunggu Terasa Dilupakan

Menunggu dapat terasa seperti dilupakan. Begitulah rasanya bagi seorang anak yang menunggu orang tua pulang, orang lajang yang menantikan pendamping hidup, pasangan yang menantikan anak, atau orang sakit yang menunggu hasil pemeriksaan. Begitu pula bagi gereja yang menunggu pemulihan, orang berduka yang menunggu hari terasa sedikit lebih ringan, atau orang percaya lanjut usia yang menunggu sementara tubuh semakin lemah.

Menunggu tidak selalu terasa damai. Kadang-kadang ia terasa seperti ketidakhadiran. Kisah Israel memberi orang percaya biasa bahasa untuk tempat itu.

Umat Allah menunggu dengan janji di telinga dan kesukaran di tangan: kemandulan, perbudakan, padang gurun, pembuangan, kekuasaan asing, dan kesunyian. Mereka menyanyikan "Berapa lama lagi, TUHAN?" (Mazmur 13:2 (TB)) sementara para nabi mengatakan kebenaran tentang dosa dan tetap memberitakan pengharapan. Mereka menunggu dengan Sabat, perayaan, ingatan, korban, rumah tangga, dan Kitab Suci.

Penantian seperti itu bukan kehampaan pasif. Itulah hidup yang ditata di sekeliling janji Allah ketika janji tersebut belum menjadi penglihatan.

Hal ini penting ketika kita mengira iman seharusnya menghapus setiap penundaan. Kadang Allah membebaskan dengan cepat: Laut Teberau terbuka, anak lahir, doa dijawab, bahaya lewat, luka sembuh, atau pintu terbuka. Namun Kitab Suci juga mengajarkan jalan yang lebih panjang. Abraham menunggu. Israel menunggu. Para nabi menunggu. Maria menunggu. Gereja menunggu kedatangan Kristus.

Menunggu di bawah Allah memerlukan dua hal sekaligus: kejujuran dan ingatan. Kejujuran berkata:

> Ini sulit. Aku tidak menyukai penundaan. Aku tergoda percaya bahwa aku dilupakan.

> Allah telah berfirman dan bertindak. Ia tidak meninggalkan janji-Nya. Kristus telah datang dan akan datang kembali.

Kedua kalimat itu sama-sama termasuk dalam iman Kristen. Tanpa kejujuran, ingatan menjadi kepalsuan. Tanpa ingatan, keputusasaan mulai terdengar seperti kebijaksanaan. Israel mengajar kita memegang keduanya.

Ketika menunggu terasa seperti dilupakan, bawalah penantian ke dalam doa, Kitab Suci, ibadah, dan tubuh Kristus. Tolak allah yang lebih cepat dan dapat Anda kendalikan. Katakan kebenaran tentang kekecewaan tanpa menyebut penundaan itu tidak bermakna. Mintalah makanan hari ini. Taatilah satu perintah. Nyanyikan satu mazmur. Beri tahu seorang yang dapat dipercaya tentang keadaan sebenarnya. Terimalah satu tanda kesetiaan Allah. Tolak satu berhala yang menjanjikan kelegaan cepat.

Menunggu bukan seluruh cerita, tetapi sering kali di sanalah janji berakar dengan dalam.

<a id="kursi-di-samping-ranjang-rumah-sakit"></a>

## Kursi di Samping Ranjang Rumah Sakit

Janji temu seharusnya memberi jawaban, tetapi membawa tes dan sebulan menunggu lagi. Perempuan itu duduk di samping ayahnya yang tidur, Alkitab terbuka tetapi baris yang sama dibaca tiga kali. Kepada saudaranya ia menulis, "Kami masih menunggu." Ia menginginkan iman kuat, tetapi bahu sakit dan halaman kabur. Ia hanya memiliki:

> Allah memegang janji-Nya dalam Yesus Kristus.

Seorang perempuan tua dari gereja datang membawa sup. Ia tidak berkata, "Semua terjadi karena alasan tertentu," tetapi bertanya, "Apa yang harus dipikul sebelum janji temu berikutnya?" Ada pakaian, resep, kabar bagi saudara, dan seseorang perlu menemani ibu hari Kamis. Ia menulis empat baris, mengirim dua pesan, lalu membuka Mazmur 13.

"Aku tahu Allah tidak melupakan, tetapi aku merasa dilupakan." "Maka kami tidak akan membiarkanmu memikul kalimat itu sendiri."

> Tuhan, Engkau tidak melupakan kami. Tolong kami saat merasa dilupakan.

Penantian mendapat bentuk: mazmur, resep, hari Kamis yang ditanggung, dan saudara yang tahu kalimat apa untuk dipikul. Dua minggu kemudian belum ada jawaban sederhana. Dari tempat parkir ia menulis:

> Masih menunggu. Bisakah kalian tetap menanggung hari Kamis dan mendoakan Mazmur 13 bersamaku lagi?

Dalam pesan itu, pelajaran Israel menjadi praktik. Janji tidak diberikan agar satu orang memikul seluruh padang gurun sendiri.

Kisah Israel menolong orang percaya biasa di ruangan seperti itu. Kisah tersebut tidak mengubah penundaan menjadi pelajaran yang seharusnya kita nikmati. Ia memberi kita suatu umat yang menunggu dengan janji di telinga dan masalah di tangan. Ia memberi kita nyanyian bagi hari-hari ketika iman masih nyata tetapi terasa tipis. Ia mengajar bahwa mengingat bukanlah berpura-pura.

Kadang iman yang menopang adalah mazmur di samping ranjang, anggota gereja yang bertanya apa yang perlu dipikul berikutnya, dan janji yang diingat melalui bantuan yang sangat biasa.

Perhatikan ini. Israel bukan latar belakang yang dapat dibuang. Orang Kristen menerima Kitab Suci Israel sebagai Kitab Suci dan mengaku Yesus sebagai Mesias Israel.

<a id="pertanyaan-untuk-percakapan-7"></a>

## Pertanyaan untuk Percakapan

- Mengapa kisah Israel bukan sekadar informasi latar?
- Bagaimana petunjuk perjanjian berbeda dari tangga untuk memperoleh kasih Allah?
- Bagian mana dari kisah Israel menolong Anda memahami Yesus?

<a id="praktik-7"></a>

## Praktik

Pilih satu janji, perintah, mazmur, atau harapan kenabian lalu tanyakan:

- Apa yang ditunjukkannya tentang Allah?
- Apa yang ditunjukkannya tentang manusia?
- Bagaimana ini mempersiapkan kita melihat Kristus?
