Setahun kemudian, seorang ibu melihat aturan di antara formulir dan cucian. Tahun itu memuat dusta remaja, telepon sekolah, panik sebelum tidur, pertengkaran Minggu, dan tangis meminta bantuan. Juga ada remaja berkata benar sebelum tertangkap, anak berkata tubuhnya takut, bahan makanan dari gereja, aturan ditulis ulang, maaf lebih cepat, dan ibadah kembali.
Sebelum meninjau bersama gembala dan dua anggota tua, ia mencoret "kami gagal aturan" dan menulis:
Aturan terlalu besar untuk sebagian tahun. Kristus menemui kami melalui kepulangan yang lebih kecil.
Mereka dapat bertanya kapan kebenaran lebih mudah, apa terlalu berat, dan praktik apa menjadi realistis. Mungkin aturan berikut hanya doa malam, makan tanpa koreksi, keranjang layar, dan seorang anggota duduk bersama anak saat ibadah.
Pembentukan sering biasa: dewasa bertobat dahulu; anak adalah pribadi, bukan bukti; Gereja mengenal nama, membawa makanan, menjaga cerita, dan memikul yang rumah tak mampu. Rumah lelah mungkin perlu tidur sebelum rencana, maaf sebelum renungan, atau bantuan sebelum rapat. Kristus tidak menuntut rencana indah sebelum menemui rumah nyata.
Harapan melampaui jangkauan orang tua
Buku ini mengikuti DDF dalam menilai bahwa pemulihan melalui penghakiman Kristus yang benar adalah penjelasan terkuat tentang kebaikan akhir setiap pribadi manusia. Pribadi yang hidup disembuhkan; kerusakan dan dominasi berakhir; korban menerima jawaban tersendiri. Ini penilaian teologis yang dipertahankan dengan alasan, dan jangkauan universalnya diperdebatkan di antara orang Kristen. Ini berbeda dari tradisi yang mengajarkan hukuman kekal atau kebinasaan akhir, dan bukan kesimpulan yang dibuktikan penelitian pengasuhan.
Harapan itu tidak mengizinkan penundaan perlindungan atau pertobatan. Penghakiman menyingkap kesalahan dan dapat mengakhiri klaim kewenangan yang tidak dikembalikan oleh pengampunan. Anak bukan milik orang tua, sekarang maupun dalam kehidupan mendatang. Masa kecil yang setia juga bukan harga keselamatan. Kristus memberi hidup; praktik menjawab karunia.
Kebebasan yang digenapi memiliki kebaikan untuk dilakukan: mengasihi, belajar, bersukacita, beribadah, dan melayani. Kebebasan itu tidak perlu korban baru agar kebaikan bermakna. Ajarlah hari ini karena kebenaran dan kasih baik bagi anak ini hari ini. Percayakan hidup yang tidak dapat kautuntaskan kepada Tuhan yang bangkit.
Kiranya Kristus memberi rumah ini belas kasih dalam kelemahan, keberanian bagi kebenaran, kesabaran dalam pemulihan, istirahat bagi tubuh lelah, dan harapan yang tidak bergantung pada keluarga sempurna. Amin.
Riset terkait
Bandingkan bab ini dengan dokumen sumber atau pelajari rujukan Alkitabnya.
Chapter comments