---
schema_version: "1.0.0"
id: "the-faith-that-holds:id:chapter-3"
work_id: "urn:systemstheology:book:the-faith-that-holds:chapter:chapter-3"
book_id: "the-faith-that-holds"
chapter_id: "unit-2-siapakah-allah"
chapter_slug: "chapter-3"
title: "Unit 2: Siapakah Allah?"
book_title: "Iman yang Menopang"
language: "id"
source_language: "en"
translation_status: "translation"
authors: ["Systems Theology"]
editorial_owner: "Systems Theology"
editors: []
review_status: "not_specified"
reviewers: []
content_version: "content-38624a9cff6a"
content_hash_sha256: "38624a9cff6a73f538ebcf1aec64354d22890c01921d98b2e3aaba424f5fbc39"
published_at: "2026-07-15T21:14:45.000Z"
modified_at: "2026-07-15T23:50:19.254Z"
canonical_url: "https://systemstheology.com/id/library/the-faith-that-holds/chapter-3/"
markdown_url: "https://systemstheology.com/research/books/the-faith-that-holds/id/chapter-3.md"
license: "All rights reserved; research use subject to the Use Policy"
license_url: "https://systemstheology.com/use-policy/"
correction_url: "https://systemstheology.com/id/library/the-faith-that-holds/chapter-3/#chapter-comments"
---

# Unit 2: Siapakah Allah?

<a id="unit-2-siapakah-allah"></a>

Pertanyaan: Siapakah Allah?

Jawaban: Allah adalah satu-satunya Allah yang benar: Bapa, Anak, dan Roh Kudus, sempurna dalam kasih, kudus dalam kebenaran, dan sumber segala hidup.

<a id="bacalah-2"></a>

## Bacalah

- Ulangan 6:4 (TB): Tuhan itu esa.
- Matius 28:19 (TB): baptisan dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
- Yohanes 1:1--18 (TB): Firman bersama-sama dengan Allah, adalah Allah, dan menjadi manusia.
- 2 Korintus 13:13 (TB): kasih karunia, kasih, dan persekutuan dinamai bersama Kristus, Bapa, dan Roh.
- Wahyu 4--5 (TB): penyembahan adalah milik Allah dan Anak Domba.

<a id="arti-jawaban-2"></a>

## Arti Jawaban

Orang Kristen mengaku satu Allah: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Bapa adalah Allah, Anak adalah Allah, Roh Kudus adalah Allah. Mereka berbeda secara pribadi, bukan tiga topeng satu pribadi, dan bukan tiga allah.

Ketiga pribadi tidak membagi Allah menjadi tiga hakikat, pusat keilahian, atau kehendak bersaing. Mereka memiliki satu hidup, esensi, kehendak, kuasa, kemuliaan, dan tindakan ilahi yang tak terbagi. Perbedaan pribadi nyata, tetapi karya Allah terhadap ciptaan adalah karya Allah yang esa: dari Bapa, melalui Anak, di dalam Roh.

Bapa mengutus Anak. Anak menjadi manusia bagi kita dan keselamatan kita. Roh memberi hidup, memperkenalkan Kristus, dan membawa kita dalam persekutuan dengan Allah. Doa dan keselamatan bergerak kepada Bapa, melalui Anak, di dalam Roh Kudus.

Ciptaan tidak mengisi kekurangan Allah. Allah adalah hidup dan kasih sempurna sebelum apa pun ada. Doa adalah sapaan pribadi, bukan kata-kata kepada kuasa tak dikenal. Kekudusan adalah hidup bersama Allah ini.

Tidak ada ciptaan yang menguasai misteri Tritunggal. Mulailah dengan Kitab Suci: Bapa mengutus, Anak memberikan diri, dan Roh memberi hidup. Penyembahan dapat mulai sebelum penjelasan selesai.

<a id="ketika-allah-terasa-jauh"></a>

## Ketika Allah Terasa Jauh

Seseorang dapat memahami kata-kata namun merasa Allah jauh. Dukacita, gereja yang menggambarkan Allah keras atau kabur, doa yang tampak tak dijawab, rasa malu, depresi, atau kelelahan dapat menjauhkan semuanya. Anak dapat bertanya di mana Allah dan tidak tahu menerima jawaban yang tak dapat disentuh.

Ajaran Tritunggal memberi tempat benar ketika perasaan tipis. Bapa tidak absen karena mengutus Anak. Anak bukan gagasan jauh karena menjadi manusia, menderita, mati, bangkit, dan membawa kita kepada Bapa. Roh bukan suasana yang kita hasilkan, melainkan Tuhan dan Pemberi hidup yang membantu orang lemah berdoa.

Mulailah dengan Allah yang mendekat, bukan kekuatan perasaan:

> Bapa, aku datang kepada-Mu melalui Yesus Kristus. Roh Kudus, tolong aku berdoa ketika Engkau terasa jauh.

Mungkin hanya itu yang dapat Anda katakan, dan cukup untuk mulai. Ketika anak atau orang percaya baru berkata, "Aku tidak merasakan Allah," berikan jalan pendek: Bapa mendengar, Yesus dekat, dan Roh menolong.

Iman tidak dipersatukan oleh seberapa dekat Allah terasa sesaat, tetapi oleh Allah yang memberikan diri: Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

<a id="doa-di-samping-pintu-kamar"></a>

## Doa di Samping Pintu Kamar

Seorang anak berdiri di lorong setelah waktu tidur: "Aku berdoa, tetapi kurasa Allah tidak mendengar." Orang tua tidak punya pidato; piring menunggu, dan anak seharusnya tidur. Namun kali ini pertanyaan bukan siasat menunda.

"Mengapa kamu berpikir begitu?" "Aku tidak merasakan apa-apa. Aku mengucapkan kata-kata dan semuanya sunyi."

Orang tua duduk di dekat pintu. Ia tidak menciptakan perasaan dan tidak menumpahkan seluruh ajaran Tritunggal. Ia memberi jalan yang dapat digunakan kembali:

> Perasaan dapat sunyi. Allah tidak pergi ketika perasaan sunyi. Kita datang kepada Bapa karena Yesus membuka jalan, dan Roh Kudus menolong kita berdoa bahkan ketika tidak tahu harus berkata apa.

"Bisakah kita mengucapkannya bersama?"

> Bapa, dengarkan kami melalui Yesus, dan tolong kami oleh Roh-Mu.

Anak mengulang dua kali dan meminta doa itu ditaruh di samping tempat tidur. Esok pagi ia menunjuk kertas tersebut: "Bisakah kita mendoakan Mason juga? Ia takut sebelum mengeja."

Kertas itu tidak menyelesaikan semua ketakutan, tetapi memberi satu kalimat benar untuk dibawa ke dalam ketakutan dan diserahkan kepada orang lain. Doa bergantung pada Allah yang mendekat dalam Kristus dan menolong melalui Roh.

Ketika kata-kata tipis, berdoalah:

> Bapa, terimalah aku melalui Yesus.

Ketika malu:

> Yesus, bawalah aku kepada Bapa.

Ketika tidak punya kata:

> Roh Kudus, tolonglah aku.

Ini bukan jalan pintas mengelilingi ajaran, tetapi ajaran yang menjadi doa. Bapa menerima, Anak mendekatkan, dan Roh menolong yang lemah. Iman menopang karena Allah menopang kita.

<a id="ketika-kata-bapa-terasa-sulit"></a>

## Ketika Kata Bapa Terasa Sulit

Bagi sebagian orang, kata Bapa terasa sulit sebelum menghibur. Ada yang mendengar kehangatan dan rumah; yang lain mengingat ketidakhadiran, kemarahan, kesunyian, manipulasi, atau kasih yang harus diperoleh. Pengajaran Kristen tidak perlu melewati sejarah itu dengan tergesa.

Gereja menerima nama Bapa karena Kitab Suci memberikannya. Yesus mengajar murid berdoa kepada Bapa, Anak menyatakan Bapa, dan Roh membawa kita berseru "ya Abba, ya Bapa!" (Roma 8:15 (TB)) Bapa duniawi tidak mendefinisikan Allah. Ketika manusia gagal, Allah tidak menjadi kurang Bapa; tandanya gagal, bukan sumbernya.

Jika kata itu sulit, mulailah dengan Yesus. Lihat Anak berbicara kepada Bapa, menyambut anak, menyentuh yang najis, menghadapi kejahatan, menangis di kubur, menyerahkan diri di salib, dan bangkit. Bapa tidak tersembunyi di belakang Yesus sebagai pribadi yang kurang berbelaskasihan. Anak memperkenalkan Bapa.

Leah tidak mulai dengan mengucapkannya mudah. Dalam kelompok, ketika diminta berdoa "Bapa kami," tenggorokannya menegang. Sesudahnya ia berkata, "Aku ingin belajar, tetapi tidak dapat berpura-pura kata ini sederhana." Pemimpin membuka Yohanes 14 dan membaca: "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa." (Yohanes 14:9 (TB)) "Jangan paksa perasaan. Lihat Yesus dan biarkan Ia mengajar siapa Bapa."

Selama berminggu-minggu Leah berdoa:

> Bapa, tolong aku mengenal-Mu melalui Yesus.

Ia tidak membiarkan luka mendefinisikan Allah dan tidak berpura-pura luka tanpa bekas. Anda dapat berdoa:

> Bapa, aku percaya Engkau tidak seperti luka yang kukenal. Tolong aku mengenal-Mu melalui Yesus.

Atau ketika nama itu sendiri sulit:

> Bapa, nama ini sulit bagiku. Jagalah aku dekat Anak-Mu sementara aku belajar.

Iman jujur dapat mulai di sana. Orang tua dan pemimpin harus berhati-hati: kebapaan Allah memanggil bapa duniawi pada kerendahan hati, kelembutan, kebenaran, belas kasihan, keadilan, dan pertobatan; tidak pernah menguduskan kekerasan, kendali, jarak, atau kesombongan.

Seorang ayah yang berdosa dapat mengaku:

> Aku tidak menunjukkan kepadamu seperti apa perhatian seorang ayah seharusnya. Aku salah. Allah tidak seperti dosaku.

Permintaan maaf itu dapat mengajarkan teologi lebih benar daripada ceramah. Tritunggal menyembuhkan tanda rusak dengan membawa kita kepada Allah yang hidup dan memberikan diri.

<a id="praktik-2"></a>

## Praktik

Berdoalah setiap hari:

> Bapa, terimalah aku melalui Anak-Mu dan bentuklah aku melalui Roh Kudus-Mu.

Lalu sebutkan arti setiap bagian:

- Bapa: aku diterima, bukan ditinggalkan.
- Anak: aku datang melalui Kristus, bukan kelayakanku.
- Roh: Allah membentuk kasih, kebenaran, dan kekudusan di dalamku.

<a id="pertanyaan-untuk-percakapan-2"></a>

## Pertanyaan untuk Percakapan

- Mengapa penting bahwa Allah tidak kesepian, berkekurangan, atau tidak lengkap?
- Apa yang berubah ketika doa datang kepada Bapa melalui Anak di dalam Roh?
- Kekeliruan mana paling sering Anda dengar: kuasa kabur, tiga allah, satu pribadi berganti topeng, atau yang lain?

Perhatikan ini. Allah bukan kuasa kabur, tiga allah, atau satu pribadi yang berganti topeng. Orang Kristen mengaku Allah yang esa, Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
