---
schema_version: "1.0.0"
id: "the-faith-that-holds:id:chapter-15"
work_id: "urn:systemstheology:book:the-faith-that-holds:chapter:chapter-15"
book_id: "the-faith-that-holds"
chapter_id: "unit-13-apakah-kitab-suci"
chapter_slug: "chapter-15"
title: "Unit 13: Apakah Kitab Suci?"
book_title: "Iman yang Menopang"
language: "id"
source_language: "en"
translation_status: "translation"
authors: ["Systems Theology"]
editorial_owner: "Systems Theology"
editors: []
review_status: "not_specified"
reviewers: []
content_version: "content-caeecd108ee6"
content_hash_sha256: "caeecd108ee65721379a5badbeb717e65314bb99ce06aee5e39a843da23649d5"
published_at: "2026-07-15T21:14:45.000Z"
modified_at: "2026-07-16T07:37:09.068Z"
canonical_url: "https://systemstheology.com/id/library/the-faith-that-holds/chapter-15/"
markdown_url: "https://systemstheology.com/research/books/the-faith-that-holds/id/chapter-15.md"
license: "All rights reserved; research use subject to the Use Policy"
license_url: "https://systemstheology.com/use-policy/"
correction_url: "https://systemstheology.com/id/library/the-faith-that-holds/chapter-15/#chapter-comments"
---

# Unit 13: Apakah Kitab Suci?

<a id="unit-13-apakah-kitab-suci"></a>

Pertanyaan: Apakah Kitab Suci?

Jawaban: Kitab Suci adalah Firman Allah yang tertulis, diberikan melalui nabi dan rasul, digenapi dalam Kristus, dan diilhamkan Roh bagi pembentukan serta pengharapan kita.

<a id="bacalah-13"></a>

## Bacalah

- Ulangan 6:4--9 (TB): firman Allah diterima, dikasihi, diajarkan, dan dipraktikkan.
- Mazmur 119 (TB): Firman memberi terang, hikmat, koreksi, dan kegembiraan.
- Lukas 24 (TB): Yesus membuka Kitab Suci sebagai kesaksian tentang diri-Nya.
- 2 Timotius 3:14--17 (TB): Kitab Suci diilhamkan Allah dan memperlengkapi umat.
- 2 Petrus 1:20--21 (TB): nubuat datang ketika manusia berbicara dari Allah oleh Roh Kudus.

<a id="arti-jawaban-13"></a>

## Arti Jawaban

Allah berbicara. Kitab Suci lebih dari renungan agama manusia: Firman tertulis Allah melalui penulis, bahasa, dan sejarah yang nyata. Perjanjian Lama dan Baru menyatu. Kitab Suci Israel mengajar ciptaan, perjanjian, hukum, hikmat, ibadah, nubuat, penghakiman, belas kasihan, pembuangan, dan harapan; Perjanjian Baru memberitakan Kristus sebagai penggenapan, Tuhan yang disalibkan dan bangkit.

Allah menyapa kita di sana: mengajar, mengoreksi dusta, menyingkap dosa, memberi janji, membentuk hikmat, ibadah, dan ratapan, serta menyatakan harapan. Kita menerima dengan kerendahan hati, perhatian, doa, dan ketaatan. Kesombongan menjadikannya senjata, ketergesaan slogan, dan kemauan diri bahan bagi kata yang sudah diinginkan. Kristus adalah pusat: tidak semua ayat berkata hal sama, tetapi seluruh kanon digenapi di bawah pemerintahan-Nya.

Kitab Suci tidak dapat dikoreksi hanya karena pembaca dapat salah. Firman memerintah; tafsiran, penerapan, ingatan, pilihan terjemahan, dan waktu pastoral bertanggung jawab kepada teks, bahasa, konteks, tempat kanonik, dan penggenapan dalam Kristus. Jika suatu pembacaan tidak bertahan di hadapan sumber-sumber itu atau menghasilkan buah palsu terhadap yang rentan, pembacaan dan praktik harus dikoreksi.

<a id="menerima-kitab-suci-tanpa-memakainya"></a>

## Menerima Kitab Suci Tanpa Memakainya

Kita menerima Kitab Suci ketika tunduk kepadanya; kita menyalahgunakannya saat mengambil ayat untuk menang, mengendalikan, mempermalukan, menghindar, atau membela diri. Ayat benar dapat dikutip pada waktu, tujuan, dan roh yang salah: tunduk untuk membela kendali, mengampuni untuk membungkam dukacita, jangan menghakimi untuk menghindari pertobatan, atau Roma 8:28 (TB) untuk mempercepat ratapan.

Karena itu tanyakan: siapa berbicara, kepada siapa, di bagian cerita mana? Apa yang dikatakan, bagaimana digenapi dalam Kristus, apa yang dituntut kasih, buah apa yang muncul, dan apakah penggunaan ini melayani kebenaran, kekudusan, pertobatan, belas kasihan, serta yang rentan? Membaca hati-hati menghormati Allah yang berbicara.

<a id="ayat-yang-dikirim-terlalu-cepat"></a>

## Ayat yang Dikirim Terlalu Cepat

Ia sungguh bermaksud menolong, dan justru itulah bagian yang sulit. Pesan itu tidak kejam dan bukan dikirim oleh orang yang gemar mengoreksi orang berduka. Pesan itu datang dari seorang teman yang telah berdoa selama berminggu-minggu, pernah membawa makan malam, dan ingin mengatakan sesuatu yang sungguh Kristen setelah berita memburuk. Maka ia mengetik ayat yang dikenalnya:

> Ia mengirim janji Roma 8:28 (TB): Allah tetap bekerja bagi kebaikan orang yang mengasihi-Nya.

Ia menambahkan, "Kudoakan ayat ini memberimu damai." Selama beberapa menit ia merasa lega. Ia telah mengatakan sesuatu yang benar, tidak mengabaikan kesakitan temannya, dan membawa Kitab Suci ke dalam keadaan itu. Lalu jawaban datang:

> Aku tahu kamu bermaksud baik. Aku percaya ayat itu, tetapi hari ini aku tidak dapat memikulnya seperti itu.

Rasa malu muncul lebih dahulu, lalu keinginan membela diri. Ia ingin menjelaskan bahwa ia hanya mengutip Alkitab. Ia ingin berkata bahwa orang Kristen tidak semestinya tersinggung oleh Kitab Suci. Ia ingin masalahnya terletak pada dukacita temannya, bukan pada ketergesaannya sendiri. Sebaliknya, ia meletakkan telepon.

Sore itu ia menelepon dan berkata, "Maaf. Aku memakai ayat yang benar terlalu cepat. Kurasa aku sedang berusaha membuat rasa sakit ini terasa selesai karena aku tidak tahu bagaimana duduk bersamamu di dalamnya."

Temannya tidak memerlukan permintaan maaf panjang. Ia hanya berkata, "Terima kasih."

Kemudian ia bertanya, "Apakah akan membantu kalau aku membacakan mazmur bersamamu, atau lebih membantu kalau aku membawa makan malam dan tidak banyak bicara?" Jawabannya: "Makan malam; mungkin Mazmur 13 nanti."

Minggu berikutnya, ia hampir mengirim ayat lain kepada seseorang yang sedang menderita. Kali ini ia berhenti dan bertanya lebih dahulu:

> Apakah Kitab Suci akan membantu sekarang, atau keheningan lebih membantu?

Pertanyaan kecil itu tidak kurang alkitabiah. Itulah salah satu buah menerima Kitab Suci dan tidak memakainya untuk mengendalikan ketidaknyamanan.

Tanggapan kedua lebih setia kepada Kitab Suci karena lebih dekat dengan sikap menerima. Roma 8 tidak menjadi palsu. Ayat itu tetap Firman Allah, tetapi Kitab Suci bukan palu untuk memaksa orang melompati urutan iman. Roma 8 berada dalam kisah penderitaan, keluhan seluruh ciptaan, pertolongan Roh, pengangkatan anak, pengharapan, dan kasih Allah dalam Kristus. Ayat itu terlalu besar dan terlalu penuh belas kasihan untuk dijadikan jalan pintas melewati air mata.

Membaca dengan hati-hati bukan membaca dengan dingin. Kadang-kadang itulah tindakan paling hangat yang dapat kita lakukan. Untuk menerima Kitab Suci dengan baik, kita bertanya apa yang sedang dikerjakan Firman dalam konteksnya dan apa yang dituntut kasih dalam keadaan kita. Orang yang berduka mungkin membutuhkan Roma 8. Ia mungkin juga membutuhkan Mazmur 13, Yohanes 11, kursi yang tenang, makanan, dan seorang teman yang tidak menuntut rasa sakit selesai sebelum matahari terbenam.

Firman Allah benar, dan Roh mengajar Gereja menanganinya dengan kasih.

<a id="jalur-membaca-lima-menit"></a>

## Jalur Membaca Lima Menit

Banyak orang tidak memerlukan rencana mengesankan dahulu, tetapi jalan kecil yang dapat dilalui. Selama satu minggu gunakan bacaan pendek:

- Mintalah pertolongan Allah.
- Bacalah perlahan.
- Pilih satu kata atau kalimat yang menonjol.
- Tanyakan apa yang ditunjukkannya tentang Allah, Kristus, dosa, belas kasihan, ketaatan, atau harapan.
- Doakan kembali satu kalimat jujur kepada Allah.

Lima menit cukup untuk mulai. Seseorang tanpa kata membuka Mazmur 23 dan hanya sampai:

> "TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku." (Mazmur 23:1 (TB))

Kata yang menonjol ialah gembala, dan doa menjadi:

> Tuhan, gembalakan aku hari ini karena aku berusaha memimpin diriku dengan ketakutan.

Jalan sama menjumpai orang tua dalam Yakobus 1 atau yang berduka pada "Maka menangislah Yesus" (Yohanes 11:35 (TB)). Ini tidak mengajarkan seluruh Alkitab sendirian; Gereja masih memerlukan khotbah, studi, hafalan, dan pembacaan sabar. Namun jalan kecil membuka pintu bagi orang yang mengenal Kitab Suci sebagai tekanan atau kebingungan. Jika melewatkan sehari, kembalilah dengan rencana lebih kecil.

Perhatikan ini. Kitab Suci bukan buku inspirasi pribadi atau senjata untuk menang. Firman Allah memimpin Gereja ke dalam kebenaran, ibadah, pertobatan, dan harapan dalam Kristus.

<a id="pertanyaan-untuk-percakapan-13"></a>

## Pertanyaan untuk Percakapan

- Apa yang membuat Kitab Suci sulit diterima dengan sabar?
- Apa bedanya menerima Kitab Suci dan memakainya untuk menang?
- Bagaimana Yesus menolong kita membaca seluruh Alkitab sebagai satu kisah?

<a id="praktik-13"></a>

## Praktik

Bacalah satu bagian pendek setiap hari dan berdoalah:

> Tuhan, berbicaralah benar kepadaku melalui Firman-Mu dan beri hati untuk menerima serta taat.

Lalu tanyakan:

- Apa yang ditunjukkannya tentang Allah?
- Apa yang ditunjukkannya tentang manusia?
- Apa yang diajarkannya untuk dipercayai, diakui, ditaati, atau diharapkan?
