---
schema_version: "1.0.0"
id: "the-faith-that-holds:id:chapter-10"
work_id: "urn:systemstheology:book:the-faith-that-holds:chapter:chapter-10"
book_id: "the-faith-that-holds"
chapter_id: "unit-8-siapakah-yesus-kristus"
chapter_slug: "chapter-10"
title: "Unit 8: Siapakah Yesus Kristus?"
book_title: "Iman yang Menopang"
language: "id"
source_language: "en"
translation_status: "translation"
authors: ["Systems Theology"]
editorial_owner: "Systems Theology"
editors: []
review_status: "not_specified"
reviewers: []
content_version: "content-75079748e9fb"
content_hash_sha256: "75079748e9fb7d8609c53de3a8e410ca000ee8ae670f422289d2957e11a328a8"
published_at: "2026-07-15T21:14:45.000Z"
modified_at: "2026-07-16T07:37:09.068Z"
canonical_url: "https://systemstheology.com/id/library/the-faith-that-holds/chapter-10/"
markdown_url: "https://systemstheology.com/research/books/the-faith-that-holds/id/chapter-10.md"
license: "All rights reserved; research use subject to the Use Policy"
license_url: "https://systemstheology.com/use-policy/"
correction_url: "https://systemstheology.com/id/library/the-faith-that-holds/chapter-10/#chapter-comments"
---

# Unit 8: Siapakah Yesus Kristus?

<a id="unit-8-siapakah-yesus-kristus"></a>

Pertanyaan: Siapakah Yesus Kristus?

Jawaban: Yesus Kristus adalah Anak kekal yang menjadi manusia, Mesias Israel, Juruselamat tersalib, Tuhan yang bangkit, dan pusat segala sesuatu.

<a id="bacalah-8"></a>

## Bacalah

- Yohanes 1:14 (TB): Firman menjadi manusia.
- Matius 16:16 (TB): Petrus mengaku Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.
- Kolose 1:15--20 (TB): Kristus adalah gambar Allah tak kelihatan dan di dalam-Nya segala sesuatu ada.
- Ibrani 1:1--4 (TB): Allah akhirnya berbicara dalam Anak.
- 1 Korintus 15:3--8 (TB): Kristus mati, dikuburkan, dibangkitkan, dan menampakkan diri.

<a id="arti-jawaban-8"></a>

## Arti Jawaban

Iman Kristen berdiri atau jatuh bersama Yesus. Ia lebih dari guru, nabi, atau teladan. Ia adalah Firman yang bersama Allah dan adalah Allah, Anak yang menjadi manusia, gambar Allah tak kelihatan, dan Dia yang di dalam-Nya segala sesuatu ada.

Yesus sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia, inti keselamatan. Jika bukan Allah, Allah tidak datang menyelamatkan; jika bukan manusia, kemanusiaan tidak disembuhkan dari dalam. Anak kekal mengambil tubuh, jiwa rasional, pikiran, perasaan, dan kehendak manusia; keilahian tidak mengganti kemampuan manusia yang hilang. Ia bukan dua subjek personal, tetapi satu Anak yang hidup dan bertindak dalam kedua natur.

Ia datang sebagai Mesias Israel, menggenapi janji, hukum, hikmat, nubuat, bait, imamat, kerajaan, korban, dan harapan. Ia gambar sejati Allah dan menunjukkan hidup manusia yang menerima dari Bapa serta penuh Roh. Ia berkata benar, menyentuh yang najis, menyambut pendosa tanpa memberkati dosa, menghadapi kemunafikan, mengampuni musuh, dan bangkit secara jasmani.

Yesus bukan bagian religius dalam cerita kita; Ia pusat. Ciptaan melalui dan bagi-Nya, Kitab Suci bersaksi tentang-Nya, Gereja milik-Nya, dan masa depan adalah kerajaan-Nya. Mengaku-Nya Tuhan menerima penghakiman-Nya atas setiap tuan saingan: diri, suku, bangsa, uang, takut, kesenangan, nama baik, ideologi, keluarga, merek gereja, dan kuasa rohani.

<a id="yesus-bukan-proyeksi-kita"></a>

## Yesus Bukan Proyeksi Kita

Setiap zaman membuat Yesus menyerupai apa yang dicintainya: memberkati kekuasaan atau tak pernah menghakimi, mendukung politik atau tetap pribadi, memberi penghiburan tanpa ketaatan atau perintah tanpa belas kasihan. Yesus sejati lebih baik dan lebih menyelidiki: lembut kepada yang lemah dan keras terhadap kemunafikan, menerima pendosa dan memanggil pertobatan, memberkati orang miskin dan memperingatkan orang kaya, menyentuh tubuh dan mengampuni dosa. Ia tidak diatur keluarga, murid, orang banyak, penguasa, atau musuh.

Gereja kembali kepada Injil, kesaksian rasul, dan seluruh Kitab Suci yang digenapi dalam-Nya. Kita tidak menciptakan Kristus pilihan; kita menerima Kristus yang datang.

<a id="menjumpai-yesus-dalam-injil"></a>

## Menjumpai Yesus dalam Injil

Banyak orang mengenal gagasan tentang Yesus sebelum menghabiskan banyak waktu bersama Yesus dalam Injil. Mereka tahu Ia mengasihi, mati bagi dosa, dan bangkit. Mereka mengenal lagu, kredo, khotbah, ayat, dan bahasa gereja. Semua itu adalah pemberian baik jika benar. Namun Injil melakukan sesuatu yang tidak dapat digantikan ringkasan mana pun: Injil membiarkan kita memperhatikan-Nya.

Kita melihat-Nya beristirahat di sumur sambil berbicara dengan perempuan yang dihindari orang lain, disentuh orang putus asa, tidur dalam badai lalu memerintah angin, makan bersama pemungut cukai, memberkati anak, menjawab jebakan, bercerita, menangis di kubur, membasuh kaki, memandang pemuda kaya dengan kasih, dan memperingatkan pemimpin yang kekudusannya telah menjadi keras serta palsu. Cara melihat seperti itu penting bagi iman sehari-hari.

Sebagian membawa Yesus yang dibentuk nada gereja: keras, kabur, sentimental, atau menilai penampilan. Injil mengoreksi gambar pinjaman.

Dalam Markus, Aaron menemukan Yesus yang tidak muat dalam gambarnya tentang ketenangan tanpa gangguan atau kemarahan. Ia melihat kerumunan, sahabat bingung, setan, pemimpin, badai, dan otoritas yang bukan jarak. Ia berhenti ketika Yesus mengasihi orang kaya sebelum memberi perintah yang menyedihkan. Aaron ingin kasih menghilangkan kata sulit.

Esoknya Aaron meminta maaf kepada putrinya karena memakai kelembutan untuk menghindari kebenaran. "Kusebut itu sabar, tetapi kadang aku takut kamu marah. Yesus mengasihi lebih baik." Putrinya bertanya, "Apakah Ayah akan berhenti berkata mungkin nanti ketika jawabannya sudah tidak?" "Ya."

Yesus yang nyata mengoreksi kekerasan maupun kebiasaan kita menghindar. Karena itulah Gereja terus kembali kepada Injil.

Bacalah perlahan. Perhatikan siapa yang disentuh Yesus, kapan Ia bertanya, diam, berdoa, dan menamai kemunafikan. Jika perlu istirahat, lihat Ia tidur; jika malu, makan dengan pendosa; jika berduka, di kubur Lazarus; jika takut kekuasaan, di hadapan Pilatus; jika menyangka kekudusan berarti menjauh, lihat Ia menyentuh penderita kusta; jika menyangka kasih menghindari kebenaran, dengar Ia berbicara jelas.

Ini bukan imajinasi yang menggantikan Kitab Suci. Ini adalah perhatian kepada Kitab Suci. Gereja mengenal Kristus dengan menerima kesaksian para rasul, bukan dengan menciptakan suasana hati tentang diri-Nya.

Bacalah satu adegan lalu tanyakan:

- Apa yang Yesus lakukan?
- Apa yang Yesus katakan?
- Apa yang ditunjukkannya tentang Allah, manusia, dosa, belas kasihan, dan hidup yang dipulihkan?

Kemudian biarkan adegan itu berbicara kepada kehidupan Anda yang sebenarnya. Tinggallah sejenak bersama Tuhan yang berdiri di hadapan Anda dalam teks sebelum bergegas mencari sebuah pelajaran. Injil tidak memberi suasana keagamaan; Injil mengajar kita mengenal Kristus yang menopang kita.

<a id="praktik-8"></a>

## Praktik

Namai satu tempat Yesus mengoreksi gambar pilihan Anda:

- Apakah saya memilih Yesus sebagai guru tetapi menolak-Nya sebagai Tuhan?
- Apakah saya memilih penghibur tetapi menolak hakim?
- Apakah saya memilih teladan tetapi menolak Juruselamat?
- Apakah saya memilih inspirasi pribadi tetapi menolak Gereja, salib, atau kerajaan-Nya?

> Tuhan Yesus Kristus, koreksilah gambar palsuku tentang-Mu dan ajari aku mengikuti-Mu sebagaimana Engkau sebenarnya.

<a id="pertanyaan-untuk-percakapan-8"></a>

## Pertanyaan untuk Percakapan

- Gambar palsu Yesus apa yang paling mudah dipercayai di sekitar Anda?
- Mengapa penting Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia?
- Tuan saingan apa yang sekarang paling langsung dihadapi Yesus dalam hidup Anda?

Perhatikan ini. Setiap zaman membuat ulang Yesus menurut apa yang dikaguminya. Ia lebih dari aktivis, terapis, pelatih, revolusioner, mistikus, teladan moral, atau maskot. Yesus adalah Tuhan dan menghakimi zaman kita juga.
